Selasa, 18 Juni 2013

Cinta Diam-diam

*Happy Reading*

Saat suara riuh merambat masuk dalam telingaku, aku masih sibuk terpaku pada sesuatu yang seakan telah membuat bahagiaku beranjak pergi dan menjauh dariku, semilir angin menerobos wajahku yang tengah bertopang ditiang pembatas lantai atas ruang perkulihanku. Hanya bisa menatap mereka dari kejauhan, sosok pria yang raut wajahnya tampak membakar semangat memetik gitar mengiringi alunan nada yang mendayu dari gadis berambut panjang kecoklatan yang tepat disebelahnya. Suara riuh penonton yang menyatukan respirasi mereka dalam sesak. Dibawa mereka seakan bersorak bahagia diatas tangis hatiku.

“Eh Ve kenapa diem aja disini, yuk turun kebawah liat Festival Band” Ajak Salsa
“Iya kayaknya seru, liat deh Ka Hans sama Ka Felly cocok serasi banget deh mereka berdua” Sambung Lita
“Ya iyalah secara merekakan emang pernah jadian”
“Ouuwwh mungkin sekarang mereka”
“CLBK” Tungkas mereka berbarengan seraya saling menatap

Ya.. seakan ucapan mereka bagai sembilu mengiris isi hatiku.
Sakit
Perih
Pilu

Ya itulah yang kini melukis hatiku. Rasanya ingin aku menggbrak pentas di bawah sana dan mengatakan kepada semua orang yang ada kalau Kak Hans yang tak lain adalah kakak tingkatku itu adalah MILIKKU. Huuuhh tapi, ya sudahlah aku sendiri yang memintanya yang untuk merahasiakan semua hubungan kami. Aku tak ingin hubungan kami menjadi konsumsi semua mahasiswa kampus ini terlebih Kak Hans adalah cowok populer dikampus ini.

Beruntung sempat memilikinya, bukan karna aku hanyalah wanita biasa dan mendapatkan sosok pangeran kampus seperti Hans tapi aku merasa beruntung karna bisa memiliki pria yang sangat aku cintai sejak dulu, pria dengan sejuta pesona. Dialah sosok yang bisa membuatku bahagia.
Ahh sepertinya tidak juga. aku tak seberuntung itu, kini aku merasa terluka atas cinta diam-diam ini

Tap
Tap
Tap

Kami turun berbarengan menapaki anak tangga dan kemudian aku merasa ada susuatu yang menganjal di kakiku.

DAN

“Aww” Pekikku kesakitan dan tangan kananku cekatan menopang tubuhku yang sudah tak memiliki keseimbangan lagi.

Semua mahasiswa menatapku dengan penuh keanehan, kemudia tawa mereka menyeruak bersamaan dan membuat alunan musik syahdu yang dilantun Kak felly mendadak berhenti. Mataku hanya berpusat pada wajah Hans yang memerah padam ia bangkit dari posisi duduknya tadi. Ya Tuhan sepertinya ia sangat kesal dan sangat malu memiliki kekasih bodoh sepertiku, desir batinku memuncak.

Aku mencoba bangkit dengan perasaan yang seakan akan runtuh. Sepotong hati yang telah hancurlayaknya potongan puzzel itu kucoba susun rapi dan kubalut dengan senyum tipis. “Maafin aku Hans, aku tidak pantas menjadi kekasihmu” Bisiku dalam hati.

“Ve !! Kamu mau kemana ?” Bentaknya
Aku hanya mematung memalingkan wajahku darinya, sungguh aku tak sanggup melihat wajah itu. Jangan mendekat ! jangan mendekat hans pintaku berbisik, jangan melihat kebodohanku lagi, batinku kian teriris.
“Ve!” Panggilnya dan mendekatiku, seketika aku menepis tangannya
“Sudahlah Hans” Tegasku yang kini masih bicara membelakanginya, kristal bening mencoba menerobos panjdanganku tapi sekuat tenang aku menahannya
“Kamu mau kemana Ve, lihat tanganmu berdarah” Ucapnya lembut menarikku dan membenamkanku tubuhku dalam pelukannya.

“WHAAAAATTTT!” Mungkin seuntaik kata itulah yang melintas dalam benakku dan semua mahasiswa yang kini melihat kelakuan Hans. Aku meronta melepaskan tubuhku dari cengkraman pelukan erat Hans.
“Lepaskan aku Hans” Ucapku berbisik
“Gak akan! Dasar gadis ceroboh” Ia menarik tanganku dengan kasar dan menghapus darahku dengan Kemejanya putihnya. Terlihat bercak darah segar yang mengalir dari kedua telapak tanganku melekat dikemejanya.
“Ya Ampun Hans Jangan lakukan ini”
“Panggil aku KAKAK” Ucapnya mendekati wajahnya, yang membuat rasa takut menyusup dicela otakku, memang aku tak ingin memanggilnya kakak padahal ia 2 tahun lebih tua dariku.

Kini Ia menyeret tubuhku bergerak menuju panggung.

“Lepaaaaskaan aku Hans” aku terus menarik tanganku dari cengkramannya tapi sepertinya sia-sia tenaganya terlalu besar untuk ku tandingi.
“Kak Hans Please! Jangan lakukan ini”
Matanya mengembang, semerbak berbinar mendengar ucapanku tadi.
“Memangnya ucapanku ada yang salah” ucapku bingung
Ia menarikku lagi, Hans..Hans apa yang pria ini akan lakukan.

Semua mata kini menatap kami di atas panggung. Aku hanya menunduk malu, aku tak mengerti apa yang akan dilakukan Hans.

“Baiklah semuanya, disini saya Cuma mau bilang kalau Ve, ya Vennya Ramda ini adalah kekasihku”
Hah! Apa yang ia katakan, ucapku kaget. Seketika wajahku memerah. Ia benar-benar sudah menjadikan aku seperti dagangan pasar malam, seperti menjajajarkan udang goreng disekitar keramaian.
“Jadi jika kalian mentertawakan orang yang sangat aku sayang seperti itu tadi aku sangat-sangat tidak akan rela”
Tak henti-hentinya aku menggeleng kepala mengisyaratkan agar ia menghentikan kekonyolannya.
“Dan Buat kamu Ve sayaaang!!!. Sudah saat nya mereka semua tahu kalau kamu itu adalah milikku. Aku tahu kamu sangat geram saat mereka bicara a, b, c, dan sebagainya tentang aku sama Felly. Sekali lagi saya tegaskan saya tidak ada apa-apanya dengan felly, kami hanya satu Band. Bukankah begitu Felly ?”
“Ya benar sekali” Sambung Felly
“Jadi karna kalian sudah mentertawakan Ve dan juga saya melihat ada yang mencibirnya. Sekarang kalian minta maaf dengan Ve” Ucapnya dengan suara lantang memecahkan keheningan yang masih membias dilapangan ini.

Lama mereka mematung dan beberapa pasang bola mata mereka saling beradu, kemudian mengisyaratkan sesuatu.
“OK”
“Sorry ya Ve” Ucap mereka serentak
Aku hanya mengangguk lega.
“Ya udah gimana kalau sekarang kita suruh bassis kita ini yang nyanyi, setuju gak” Ucap felly mecoba mencairkan suasana
“SETUJU” ucap mereka serentak yang membuat Hans tegelalap kaget.
“Gak-gak aku gak bisa nyanyi he he” Ia membentang tangannya mencoba menolak lalu berinisiatif menarik tangan ku turun dari panggung ini, dengan erat ia melrangkul ku menembus kerumunan mahasiswa. Oh Tuhan sepertinya burung-burung juga ikut berkicau bahagia mengiringi perasaan yang mengukir hatiku.
Akhirnya kami sudah merobohkan tabir rahasia cinta diam-diam ini.

END

CINTA TAK TERDUGA

*tingtong* suara bel rumah ku berbunyi , segara saja aku turun ke bawah untuk membuka kan pintu

" Selamat pagi mba , ini ada kiriman . Silahkan tanda tangan disini " seorang tukang pos mengantarkan surat kepadaku

" Iya , ini mas terimakasih "

Setelah pengantar surat itu pergi langsung saja aku membuka surat itu . Ternyata isinya surat pertunangan sahabat aku . Hanif lathif W & Zahraini annisa .

" Yaampun mereka tunangan ? Ga nyangka aku mereka secepat itu bertunangan " ucapku dalam hati

Aku jdi ingat kejadian 8tahun kebelakang , saat aku masih duduk di bangku SMA ...

***

Hanif adalah kaka kelas satu tingkat di atasku , sedangkan zahra adalah teman satu angkatan denganku . Aku bersahabat baik dengan zahra maupun hanif ..

Zahra bertampang cuek , agak slebor ,ceria , easy going deh . Cuma kalo udah marah , gada satu orangpun yng bsa nenangin dia .
Sedangkan hanif kaka kelas bertampang teduh , lembut , agak rese tapi baik banget ..

***

" Hoy ! Bengong aja lo din " zahra mengagetkanku

" Haha eh lo broo , gak bengong kok . Mana kak hanif ? Tumben lo sndirian "

" Oh hanif , lagi belajar di kelasnya
mau ada ulangan katanya hbs istraht ini . Kantin yuuk din , lapeerrrr "

" Ohh , ayooo . Gue taro buku dlu ya ke kelas "

" Yaudh buruan "

Selesai aku menaruh buku di dalam tas , aku dan zahra langsung saja menuju kantin ..

" Din , tuh si vani kan ?? Kok sendiri aja ? "

" Iyaaa ra , ayoo samperin "

Aku dan zahra mendekati vani

" Van , knpa ? Tumben sendiri ?? "

" Eh zahra , dina . Aku gapapa kok "

" Ih vani jangan bohong , jujur sama kita . Kita kan sahabat kamu van " sambung dina

" Nanti aja ya aku crtanya pas pulang sekola , aku ke rumahmu yaa zahra "

" Yaudh , gapapa kok van . Yaudh aku tunggu ya nnti "

Istrahat selesai , aku , zahra dan vani kembali ke kelas masing - masing ..
Selesai pelajaran terakhir aku dan vani langsung ke kelas zahra , dan ternyata kak hanif sudah ada di dpn kelas zahra

" Nif , hri ini aku pulang sama dina + vani ya , mrka mau ke rumah aku . pulang sndiri gapapa kan ? "

" Yaudh deh ra gapapa , ati ati yaaa "

" Iya nif "

***
Tak lama mereka menunggu supirnya zahra , selama perjalan vani masih saja menangis . Zahra dan dina bingung , ga ngerti ada apa dengan vani ..

Sesampainya di rumah zahra , zahra langsung mengajak vani dan dina menuju kamarnya ..

" Oke skrg udh ada di kamar gue , skrg lo crta apa yang terjadi van ? Gue sama dina sumpah bingung banget"

" Din , lo tau kan temen sd kita si agus + rani ? Lo tau kan gue suka sama agus dri dlu ? "

" Ya , kenapa emangnya ?"

" Mereka jadian din , lo bayangin pdahal rani tau banget gue suka sama agus dri dlu , sakit ga sih hati lo ? "

" Yaampun , cuma gara2 itu lo td diem + nangis ga jelas di kantin van ?"

" Lo gatau rasanya gitu ra , kalo si rani gatau perasaan gue ke agus gue ga jdi soal tapi dia tau perasaan gue ke agus zahra "

" Sudah sudah , sabar ya van , masih banyak laki2 selain dia"

***

3bulan setelah kejadian vani menangis di rumah zahra , vani mendapatkan pacar ..

" Ra , mau nanya dong " kata dina
" Apa din ? "
" Lo sama kak hanif pacaran gak sih ? Kok deket banget ?"
" Gue sama hanif ? Engga din . Kenapa ? "
" Gapapa sih"
" Kenapa sih ? Lo suka sama hanif ?"
" Eemmm , iya . Tapi kayaknya kak hanif sukanya sama lo deh ra "
" Tau drimana sih dinaisa sayang ?"
" Dari cara ka hanif ngomong sama lo , cara kak hanif liat lo tuh beda banget "
" Dinaisa dengerin gue ya , gue sama hanif gada hubungan apa apa . Lo bisa kalo lo suka sama kak hanif"
" Gue malu ra "
" Kenapa malu ? "
" Gue malu aja , gue ga pd"

***

Setelah percakapan tadi siang , zahra menelpon hanif untuk membicarakan soal td siang

" Nif , sibuk ga ? "
" Engga kok zahra , kenapa ? Tumben"
" Nif , dina suka sama kamu "
" Dinaisa ?"
" Iya dinaisa ,"
" Zahraini anisa , aku suka sama cewe . Aku ga suka sama dia "
" Nif , coba dlu dina baik kok"
" Ra , perasaan gabisa di paksa"
" Kamu suka sama siapa ?"
" Belum saatnya kamu tau ra"

Zahra , jdi kepikiran trus masalah ini ..
Dia gamungkin bikin dina kecewa , cuma kalau zahra ga bicarain msalah ini ke dina pasti dia bakal kecewa ..

Keesokan harinya di sekola , zahra bru saja masuk kelas . Gak lama kemudian hanif dtg ke kelas zahra

" Ada apa nif "
" Aku mau ksh ini ke kamu , tapi bukanya di rumah ya "
" Kenapa ? "
" Yaudh aku bilang buka di rumah ya di rumah aja"
" Yaudh thanks nif"
" Ya sama sama , aku kelas ya "

***

selama di sekola rara msh memikirkan apa yang di kasih oleh hanif . Pas bel pulang zahra sangat lega ..
Di perjalanan pulang pun zahra tak sabar ingin cepat sampai rumah . Setibanya di rumah zahra lgsg naik ke kamarnya

Zahra langsung membuka kotak yang di kasih hanif tadi pagi , begitu zahra membuka kotak itu , betapa terkejutnya zahra melihat isinya . Di dlamnya ada 6lembar foto seorang cewe dan cowo , bermesraan .. Cowo itu adalah Gio , cowo yang zahra suka . Emang zahra srg brcrta kpd hanif ttg gio . Rasa marah , kesal , kecewa , pengen nangis bercampur jd satu di dlm diri zahra ..
Zahra menelpon hanif , untuk menanyakan prihal foto tersebut

" Nif , kamu dpt drmna foto itu"
" Aku liat sndiri ra , kmrn sore "
" Apa mksd kamu ? Ngasih itu semua"
" Ra , kamu peka dong , gio bukan cowo terbaik buat kamu ! Gio itu playboy . Kamu tau siapa cewe itu ? Cewe itu RANI ! Sahabatnya dina + vani ."
" Nif , maafin aku . Aku bego , aku bodoh sayang sama orang yang salah . Makasih ya nif kamu udh bikin aku sdar siapa dia"
" Apa pun bakal gue lakuin asalkan itu buat lo tersenyum Ra , ra kamu pengen tau siapa wanita yang aku suka "
"Siapa nif ?"
" Itu kamu zahraini anisa "
" Aku juga sayang kamu hanif lathif wijaya"

Setelah kejadian itu zahra dan hanif semakin dekat dan mereka menjalin hubungan , Aku sebenarnya ingin marah melihat zahra dan hanif pacaran . Tapi aku ga ada hak buat marah . Ini bukan salahku ataupun salahnya hanif ..

Perlahan aku mulai bangkit untuk membuang perasaanku pda hanif , aku bisa membuang perasaanku pada hanif sangat cepat . Di karenakan aku menemukan sosok pengganti hanif .
Andiansyah Saputra

***
Acara pertunangan hanif dan zahra di selenggarakan tepat di hari jadi merek yang ke 4tahun ..
Acaranya cukup meriah dan mewah .. Sosok hanif tetap seperti hanif yang dlu lebih tampan dengan balutan stelan jas putih , dan zahra kebaya putih ..

setelah acara selesai , aku menghampiri zahra dan hanif

" Selamat ya ra , ka hanif . Turut bahagia " ucapku tulus
" Thanks dina , kapan nyusul tunangannya" godaku
" Tunggu tanggal maennya ya ra " jawab andi
" Cinta persahabatan tak lekang oleh waktu" ucap hanif

Kami berempat tertawa bahagia bersama , beruntung punya mereka yang aku sayang , dan mereka yang sayang ak

AKHIR SEBUAH PENANTIAN

Aku hidup bukan untuk menunggu cintamu.
Sulit ku terima semua keputusan itu.
Yang kini hilang tersapu angin senja.
Masih sulit pula untuk ku lupakan.
Suram dan seram jika ku ingat kembali.
Mungkin harus ku biarkan semua kenangan itu,
agar abadi oleh sang waktu.

Pagi ini cerah, hangat mentari yang bersinar dan sejuk embun di pagi itu membuat semangat untuk menuntut ilmu makin bertambah. Ku percepat langkahku. Seusai sekolah, ada ekstrakulikuler seni tari dan aku pun mengikutinya. Masih belum beranjak dari tempat duduk ku. Dari arah belakang terdengar suara yang memanggilku.
“Idaaa, tunggu !”

Aku pun melihat ke belakang “Kamu Raff, ada apa kok sampai tergesa-gesa ?” tanyaku penasaran.

“Emmm, ada yang mau kenalan sama kamu !”

“Tapi Raff, udah mau masuk kelas seni tarinya”

“Ya telat dikit kan gakpapa”.

Aku tidak menjawabnya. Aku bergegas pergi menuju kelas seni tari. Aku simpan kata-kata Raffi tapi aku tidak memikirkannya disaat aku sedang mengikuti seni tari.
***
Hari ini aku sengaja berangkat pagi, aku ingin menikmati udara pagi, walaupun jarak antara rumah dan sekolah dekat. Sewaktu istirahat aku kembali ingat dengan kata-kata Raffi kemarin siang. Siapa dia? Anak mana? Namanya siapa? Berbagai pertanyaan mulai bermunculan di benakku. Hingga aku tak sadar jika aku sedang melamunkannya.

“Heyhey, mikirin siapa sih kamu?” Tanya Ega yang membuyarkan lamunanku.

“Ha? Aku gak mikirin apa-apa tuh!”

“Kok ngelamun sih? Haaa, masih keinget ya sama kata-kata Raffi kemaren?”

“Ehh, apaan sih, mentang-mentang pacar Raffi trus kalian ngejek gitu, ahh gak asyiik”

“Yaya, Cuma bercanda kok”

Tiba-tiba Raffi datang menemuiku. Entah apa lagi yang akan ia sampaikan kembali. Aku sendiri tidak berharap jika kata-kata itu lagi yang akan ia sampaikan.

“Daa, ikut yuk, dia mau ketemu kamu, tuh udah ditunggu di kantin” ajak Raffi.

“Ahh, engga ahh, biarin aja dia samperin”

“Kok gitu? Ya udah deh, ini kesempatan loh, kok malah kamu sia-siain” Ucapan Raffi didengar oleh Layla, yang juga saudara Raffi.

“Ehh, ada apaan nih, keliatannya seru! Ada apa sih Raff, kok gak bilang-bilang?”

“Gak ada apa-apa, udah nanti aku ceritain”

Bel masuk kelas pun berbunyi, aku segera masuk kelas. Dan aku mengikuti pelajaran yang berlangsung hingga usai. Pulang sekolah biasanya aku jalan sendiri, jarak rumah deket.

“Ciiye Idaa” goda Layla

“Ada apa sih?” tanyaku penasaran.

“Tuh, orang yang di depan gerbang pake tas item ada corak biru, itu orang yang mau ketemu kamu.”

“Ha? Siapa dia? Namanya siapa?”

“Dia Tyo, anaknya pendiem banget, dia sahabat karib Raffi sama Adi”

Tanpa kata-kata apapun aku bergegas pulang, dalam perjalananku aku memfikirkan semua hal yang Layla beritahu tadi. Yah, Tyo, aku masih tidak menyangka kenapa dia mau bertemu, kenapa harus lewat temennya? Ah mungkin dia malu. Ya udahlah.
***

Hari ini mulai muncul kabar buruk, banyak yang menyangka bahwa aku ini adalah pacar Tyo, padahal bukan sama sekali. Aku kenal sama dia aja baru kemarin. Di sela-sela pelajaran aku gunakan untuk menuliskan sebuah kata-kata. Sepertinya aku memang benar-benar jatuh hati pada Tyo, “ahhh, kenal langsung aja belum kayaknya mustahil deh” kata itu selalu muncul di benakku.
Saat jam istirahat, aku selalu melewati kelasnya. Aku selalu melihat tingkah lakunya, yang terkadang membuatku tersenyum-senyum sendiri. Oh mungkin inikah cinta? Aku pernah merasakannya tetapi aku tak ingin merasakannya lagi untuk saat ini.

Setelah kita kenal begitu lama, aku mengenal dia dengan ramah, dengan baik, walaupun diantara kita tak pernah ada satu perkataan. Tiba-tiba semua perasaanku menjelma, berubah entahlah seperti apa isi otakku. Aku menyukainya, aku menyayanginya. Aku yakin dia pun begitu, tapi aku tidak pernah pecaya itu, aku tidak pernah percaya bila ia menyukaiku juga, aku hanya berharap begitu banyak padanya.

Hari ini ekstra pramuka sebenarnya, aku sama Tyo mau bicara tapi dia tetap tidak mau. Dia tetap tak membuka kesempatan untuk perasaan kita. Tapi aku masih yakin bila dia benar-benar mencintaiku. Sore itu aku hanya pulang dengan semua mimpi ku yang telah pupus. Aku tak membawa secuil harapan lagi untuk rasaku ini.
***

Malam ini aku tulis surat untuk nya. Aku harap ada sedikit respon darinya. Dan respon itu tidak membuatku patah hati dan patah semangat. Aku tahu Tuhan pasti mengerti disetiap mimpi dan harapanku.

Setelah selesai aku pun tidur. Hari ini aku sengaja bangun pagi, selain aku piket aku juga ingin melihatnya lebih awal, hehe. Aku datang pertama di sekolah, datang pertama juga di kelas, aku langsung piket, bersihkan semuanya. Setelah selesai, aku kasih surat itu langsung ke dia. Aku tak pernah mengira hal buruk apapun akan menimpa kita setelah surat itu kau baca. Tiba-tiba Imma datang mengetuk pintu kelasku. Dia meminta ijin dahulu, lalu memanggilku untuk menemuinya. Aku yang bingung, langsung saja aku menurut.

“Nich surat dari Tyo!” kata Imma sambil memberikan surat dari Tyo.

“Apa ini? Jawaban suratku tadi pagi ya?”

“Iyaa, baca aja, dia bilang dia minta maaf kalo udah nyakitin perasaan kamu, dia gak bermaksud kayak gitu, ya udah baca aja.”

“Iyaa, makasiih udah ngaterin suratnya, aku titip salam buat dia”

Seketika aku menangis, air mata ini sudah tak bisa ku tahan lagi. Tetes demi tetes mulai membasahi wajahku. Lalu ku hapus lagi begitu pun seterusnya. Aku masuk kelas dan aku lanjutkan pelajaran yang sempat tertunda, aku anggap saja ini semua tidak pernah terjadi.

“Ada apa sih, Yuk?” Tanya Ega.

“Di.. dia.. dia udah jawab semuanya” kataku terbata-bata

“Jawab apa? Bukannya diantara kalian itu tak pernah ada apa-apa?”

“Dia gak suka aku Ga, aku sih fine tapi kenapa sih yang nganter harus Imma, dulu pas kamu sama Raffi putus, Imma juga kan yang nganter?”

“Iya ya, kok aku lupa ya? Ya udah deh, kamu yang sabar aja, cowok itu gak Cuma satu kok, gak Cuma dia doang”

“Iyaa Ga, makasiih” jawabku sambil mengusap air mataku

“Iya sama-sama”
***
Sulit menjalani hari tanpanya lagi, walaupun kita hanya sebatas gebetan, tapi ternyata hal itu membuat kita menjadi bersahabat. Berbulan-bulan aku nanti jawabanmu lagi. Tapi ternyata jawaban itulah yang sudah kamu tetapkan. Aku hanya pasrah, aku menangis, bagaimana tidak jika seseorang yang aku sukai ternyata telah membuatku menangis.

Aku berharap suatu saat nanti Tuhan mempertemukan kita, dan Tuhan izinkan kita bersama. Jika Tuhan tidak mentakdirkan kita bersama biarlah perasaan itu menjadi sebuah kenangan masa SMP kita.




TAMAT

Kamis, 23 Mei 2013

Dia PHP, atau Elo Yang ngarep?

  Jadi kmaren gue ketemu temen yg tiba-tiba curhat, katanya dia jadi korban PHP.. Buat yang belom tau apa itu PHP, gue jelasin aja kalo PHP itu kepanjangan dari Pemberi Harapan Palsu.. Nah.. Temen gue ini sedih banget.. Dia bilang kalo dia abis jadi korban cowok yang PHP.. Gue penasaran, kenapa dia bisa nyebut cowok itu PHP.. Ternyata dia bilang, tuh cowok udah deket sama temen gue tadi, dan di saat lagi deket-deketnya, tuh cowok menjauh dan ngilang gitu aja. Dari situ, gue mulai paham konsep PHP.. Gue kirain kemaren, PHP itu "Pamer Harta Papi"..

Tapi kalo ngeliat kasus di lapangan, banyak banget orang-orang/muda-mudi di luar sana yang suka bilang,

"Gue abis di-PHP-in sama dia!"
"Dasar cowok PHP!!!"
"Kemaren ngefollow gue, sekarang gue di-unfollow, dasar PHP!!"

Tampaknya konsep PHP sendiri sudah mulai bergeser. Gue ngeliat PHP di sini malah bukan lagi karena satu pihak emang mau ngasih harapan palsu, tapi pihak yang menganggap dirinya sendiri sebagai korbanlah yang sebenernya kege'eran duluan. Sehingga, saat pihak pertama mencoba biasa-biasa aja, padahal pihak ke dua udah jatuh cinta, pihak pertama bakal dituduh nggak peka dan ngasih harapan palsu. Kasian? Memang.. 

  Jadi, di sini mari kita coba meluruskan dulu.. Mana yang layak disebut PHP, dan mana yang cuma kege'eran semata.

1. Orang yang lagi jatuh cinta, level Ge'eR nya bisa sampe berjuta-juta

Yup.. Harus diakui, kalo kita lagi jatuh cinta, kita pasti bakal ngerasa serba Ge'er atas kelakuan dari orang yang kita taksir. Misal dia update status di BBM :

"Gak sabar nunggu hari senin, biar bisa ketemu kamu.."

Karena elo udah naksir ama dia, pasti elo berharap (atau mungkin udah menganggap) kalo tuh status update dia buat elo, sehingga elo merasa #AdaHarapan..

Atau, suatu hari kalian lagi ikut pelajaran olah raga, dan dia yang ngelihat elo kelelahan, nawarin minuman dingin karena kasian.

Tapi karena elo udah naksir ama dia, perlakuan dia bakal bikin elo ngerasa #AdaHarapan..

2. Bedakan kebaikan dengan harapan

Nah.. Ini kasusnya sih hampir sama kayak point pertama di atas. Orang baik emang adorable.. Tapi orang baik ke elo, bukan berarti dia cinta sama elo. Misal gini, suatu hari ada anak baru di sekolah elo yang lumayan cakep. Otomatis, dia belom punya temen, dan kebetulan dia duduk semeja sama elo.


Terus, karena elo temen pertama dia, dia bakal selalu bareng sama elo, dan bakal baik-baikin elo. Mungkin elo bakal sering dibeliin jajan di kantin, diisiin pulsa, diisiin bensin, atau mungkin... dibeliin deodorant (Ternyata elo bau ketek).


Sampe akhirnya, pas dia mulai punya banyak temen di sekolah, dia pun nyoba baik ke semua orang, dan elo bakal ngerasa udah nggak spesial lagi karena perlakuan dia ke orang, sama dengan perlakuan dia ke elo. Dan di situ elo mau nuduh dia PHP? Padahal, faktanya, elo yang terlalu berharap.. Kasian.

3. Cuma mau Silaturahmi

Ada kalanya, seseorang tiba-tiba masuk ke kehidupan lo, terus baik sama elo, padahal niat dia itu cuma pengen silaturahmi, punya temen baru atau malah nyari sahabat. Tapi kadang kebaikannya, elo tanggepin secara berlebihan karena elo udah terlanjur naksir sama dia.

Contoh simpelnya, dia mau nganterin elo beli baju di mall dengan niat cuma nemenin elo doang.. Tapi waktu balik dari Mall, elo bilang makasih ke dia, dan ngasih ciuman di pipi dia..

Contoh lainnya, elo lagi sakit.. Dia bawain elo buah dan obat, biar elo cepet sembuh. Padahal niat dia kalo elo sembuh, dia pengen nyontek tugas elo. Dan itu dia lakukan atas nama persahabatan. Tapi karena elo udah naksir duluan, elo menganggapnya sebagai harapan.. Dan lagi-lagi elo ngerespon kebaikan dia secara berlebihan..

Sampe akhirnya dia ngerasa nggak nyaman karena dia nggak mau ada hubungan yang lebih dari pertemanan sama lo. Dia pun mencoba menjaga jarak, dan mungkin pergi. Di situ, elo mau bilang dia PHP? Bukan.. Itu elo yang terlalu gampang naksir sama orang..

4. Bukan mau PDKT-in elo 

Nah, kasus ini pernah gue lihat sebelumnya di lingkungan gue. Jadi, ada temen gue ngomel-ngomel karena dia ngaku abis di-PHP-in seorang cowok. Katanya tuh cowok dulu sering ngehubungin dia, SMS dia, sering ngajak keluar dia, tapi endingnya tuh cowok jadian sama sahabat dia. Nyesek memang.

Tapi pas gue nanya, "Tuh cowok kalo SMS/nelfon elo suka ngobrolin apa aja?"

Temen gue jawab, 

"Suka nanyain ntar malem ada acara nggak, mau jalan bareng nggak? Ajakin Sherly ya.." 

"Selain itu?" Gue penasaran.

"kadang tuh cowok ngajakin gue dinner, dan dia minta saran gue ngajakin si Sherly.."

Sampe di sini, gue sadar.. Tuh cowok bukanlah seorang PHP. Dari awal dia deketin temen gue, dia emang punya niat buat PDKT.. Tapi bukan sama temen gue, melainkan ke Sherly, sohibnya temen gue itu. Dan kalo temen gue itu sakit ati gara-gara tuh cowok endingnya jadian sama Sherly, ya nggak boleh bilang tuh cowok PHP dong.. Itu sih gara-gara temen gue ini emang naksir ama tuh cowok, sampe-sampe dia nggak bisa berfikir secara sehat kalo tuh cowok lebih sering nanyain si Sherly daripada nanyain dia.. Kasian.

5. The Real PHP

Di sini, gue mau ngasih liat ciri-ciri orang yang bener-bener layak dikatain PHP. So, kalo ketemu kasus kayak di bawah ini, halal hukumnya kalo dia dikatain PHP.

- Suka manggil sayang-sayang.
Nah.. ati-ati sama orang yang kayak gini. Kalo misal kalian baru kenal, dan belom jadian, tapi dia udah manggil-manggil kamu dengan panggilan "Sayang", waspada aja.. Kalo suatu saat dia tiba-tiba pergi, itu baru namanya PHP. Karena panggilan "sayang" itu punya makna tersendiri bagi sebagian orang. Buat orang yang nggak ge'eran pun, bakal jadi ge'er kalo udah dipanggil "sayang" sama seseorang yang dia suka kan?

- Suka pake emoticon monyong.
Ini juga patut diwaspadai kalo lo lagi BBM-an sama seseorang yang lagi deket sama elo. Belom jadian udah berani make emoticon cium-cium, menandakan kalo dia lagi mancing elo biar elo juga make emoticon yang sama, lalu elo ngasih lampu hijau. Dan, kalo dia endingnya ngilang gitu aja, tanpa dilanjutin PDKT-nya, itu lah wujud dari PHP.. Santet aja~

- Suka ngegombal romantis.
Kalo elo lagi deket sama seseorang, dan dia suka ngeluarin kalimat-kalimat "maut" buat elo, sehingga elo kelepek-kelepek karena terpesona, artinya dia emang udah ngasih harapan.. Palsu atau nggak harapannya, tergantung.. Dia ngilang atau lanjut sama elo.. :)
- Hukuman buat pelaku PHP

Diiket dan dijemur di monas. Masukin lintah pacet ke sempaknya. Biarkan tititnya lemas karena Anemia.


Nggak lah.. Becanda.. Kita nggak boleh membalas kekejaman dengan kekejaman.. Balaslah kekejaman dengan senyuman.. Karena senyum yang tulus itu senjata paling ampuh untuk membuat orang yang bersalah sama elo merasa malu pada diri sendiri seumur hidupnya.. Percayalah..



Dan.. Berikut ini adalah beberapa kumpulan tweet gue mengenai PHP.. Semoga nge-JLEB! :p




So.. Intinya adalah, nggak semua asumsi kalian mengenai PHP itu benar adanya. Mungkin sebagian dari kalian mengalami/menjadi korban sakit hati karena kalian udah kege'eran duluan gara-gara kebaikan dia. Jadi, sebelum nuduh orang PHP-in kamu, plis introspeksi diri dulu.. Apakah yang dia lakukan ke elo dulu-dulu itu termasuk "Harapan" atau cuma "Kebaikan"? Buat yang suka genit juga ati-ati.. Mungkin elo gak niat PHP, tapi kalo kegenitan elo udah diambang batas, bisa aja bikin anak orang Ge'eR.. Dan berujung sakit ati saat elo mulai menjaga jarak dari dia..


Dengan fakta-fakta di atas, kalo nggak mau jadi korban PHP, satu-satunya hal yang harus lo lakuin adalah, jangan cepet Ge'eR atau kepedean dulu.. Kalo di malem minggu ini elo jalan sama seseorang yang elo anggep kencan, belom tentu loh buat dia hal itu dianggep kencan juga~ Bisa aja itu dia anggep jalan-jalan biasa.. Hayoloh.. Udah.. Pulang aja sekarang, sebelum sakit ati.. Pulang sekarang, daripada nanti nangis di angkot gara-gara ditinggalin dia di tengah jalan..



#PenghasutanMassal
#JombloNyariTemen



Kalian ada pengalaman lain soal PHP? Pernah di-PHP-in, atau pernah dituduh PHP??

Akulah korban PHP(pemberi harapan palsu)


Awalnya kau memberiku rasa

Yang membuat ku tersipu malu untuk mengakuinya

kau meyeretku masuk ke dalam dunia mu

Hingga akhirnya akupun mau



Kau membuat ku merasa spesial

Kau memberikan ku kebahagiaan itu

Walau perasaan ini tak beralasan

Tapi kau membuatku percaya akan hal itu



Namun, lambat laun aku pun merasa

Kau yang ku cinta tak mungkin kumiliki

Dan akhirnya akupun tersadar bahwa kau hanyalah memberiku harapan palsu

harapan yang sempat membuat ku yakin

namun, akhirnya musnah begitu saja



Lalu untuk apa? untuk apa,kau menyeretku ke dalam duniamu?

Toh, akhirnya kau lemparku secara perlahan?

Dan menjauh tanpa alasan

lalu... semua berakhir tanpa pernah ku akhiri.

Cerita Cinta Segitiga


  Halo kawan semua. Kali ini aku akan berbagi catatan cerita cinta remaja yang dilakoni lebih dari dua orang. Dengan kata lain, cerita ini adalah sebuah kisah cinta segitiga.
Dalam kisah cinta segitiga ini diceritakan bahwa seorang cewek yang begitu mencintai kekasihnya, namun ternyata si cowok justru malah mempunyai cewek lain. Pokoknya ceritanya seru banget dan sangat menyentuh hati, mengharukan sekali.

Malam ini aku sebenarnya masih ingin bersama Kak Renosa terus. Tapi, ternyata mama menjemputku. Padahal tadinya Kak Renosa berniat mengajak aku pegi nonton konser setelah pulang dari pentas Pramuka. Terpaksa gagal acara nonton konser bersama Kak Renosa.
Tapi kenapa aku jadi kesal ya gara-gara acaraku dan Kak Renosa gagal? Nggak mungkin kan aku ada rasa sama Pembina Pramukaku itu. Apa mungkin karena tadi siang aku habis putus sama Putra, jadi aku ngrasa kesepian. Sehingga acara pergi bersama Kak Renosa aku anggap sebagai obat sakit hati. Ah biarlah. Besok perasaan ini pasti juga sudah hilang.
Oh Tuhan!
Pagi ini Kak Renosa mengirimi aku sms untuk membangunkanku dari mimpi. Kenapa aku merasa keGRan begini? Apa mungkin gara-gara kejadian semalam, telah menumbuhkan benih-benih cinta? Jangan sampai terjadi deh! Gak umum banget kalau sampai terjadi.
Sejak sore, Kak Renosa sudah ngajak aku smsan. Biasa, isinya cuma sekedar basa-basi. Aku pun juga tidak terlalu peduli. Karena aku masih sedikit memikirkan Putra. Hingga akhirnya aku benar-benar terkejut dan peduli dengan sms Kak Renosa yang satu ini.
From:
K.Re : Ya km gmn, mau ga. Eh seandainy km jd pacar aku gitu gmn ya. Menurut km bs apa ga. Eh ni seandainya lo. Km mau apa ga ?
Satu sms ini sudah bikin aku langsung mau pingsan. Belum lagi sms yang selanjutnya. Lalu di akhir sms, Kak Renosa benar-benar nembak aku. OMG !!! Aku langsung cerita aja ke Laurent, sahabatku. Dan Laurent pun sama gak percayanya kayak aku. Dia bahkan berkata,”Rhasya, Kak Re itu masih termasuk guru kita!!! Umurnya pun pasti di atas 25 tahun. Sedangkan kamu sendiri masih kelas 3 SMP. Emangnya kamu mau? Dan ingat, Kak Re masih punya pacar.”
Aku pun memutuskan untuk menjawab perasaan Kak Re besok. Tidurku nggak bisa nyenyak, bahkan Kak Re sampai kebawa di mimpi. Aku terbayang-bayang wajah Kak Re terus.
Hari ini aku ada pembinaan Pramuka tambahan selama 2jam. Otomatis aku bakal ketemu Kak Re. Aku benar-benar belum siap untuk ketemu Kak Re. Karena aku juga belum nyiapin jawaban perasaanku. Pada waktu ketemu di depan R. Kepala Sekolah, Kak Re bertanya dengan keras,”Gimana jadinya?”. Aku cuma bisa tersenyum. Di akhir pembinaan pun Kak Re juga menanyakan hal itu lagi sambil menarik-narik tasku. Aku jadi semakin bingung. Aku belum siap jawabannya. Tapi di sisi lain, sepertinya Kak Re serius nembak aku. Cuma status kita itu Pembina dan murid. Jadi aku mesti mikir dua kali untuk menjawab pertanyaan itu. Belum lagi Kak Re yang masih punya pacar. Aku benar-benar nggak konsen seharian ini.
Pulang sekolah, Kak Re melanjutkan sms yang kemarin. Aduh, mau aku balas tapi ragu-ragu, nggak dibalas malah kasihan Kak Re. Akhirnya aku balas tapi dengan jawaban yang sama. Yaitu “Bingung”. Mau nggak mau aku harus jawab besok pagi. Aku sudah janji sama Kak Re. Dan janji harus ditepati. Dan malam ini aku kembali nggak bisa tidur lagi.
Esok ini, aku sudah menunggu Kak Re di depan ruangannya. Tapi tiap aku mau ngomong, aku selalu bimbang. Akhirnya kutunda hingga pulang sekolah. Padahal, selama pulang sekolah aku sama Kak Re terus di sanggar Pramuka. Entah kenapa aku masih bimbang juga. Aku pun pulang dengan perasaan yang masih terbebani.
Akhirnya kuputuskan buat jawab lewat sms. Aku tunggu beberapa jam, smsku belum dibalas-balas juga. Akupun berpikir, mungkin Kak Re sudah lelah menanti jawaban dariku. Tapi sore harinya, smsku dibalas juga. Lalu dengan segera, aku langsung jawab pertanyaan Kak Re.
To:
K.Re : ku jwb “IYA”…
Cuma 3 kata itu yang aku kirimkan. Dan kita pun jadian juga. Awalnya, aku ngrasa nggak yakin dengan kisah cinta ini. Baru 2hari jadian, aku sempat berpikir buat mutusin dia karena faktor status. Tapi Laurent melarangku. Dia bilang itu sama saja aku mempermainkan Kak Re. Akhirnya aku coba jalani semua ini. Dan ternyata berhasil. Perlahan-lahan aku mulai terbiasa dengan cara pacaran kita yang “Backstreet”. Walaupun begitu, ada satu yang masih tertinggal di hatiku. Pacar Kak Re. Aku nggak mau dituduh yang enggak-enggak. Aku sudah berusaha bilang pada Kak Re kalau aku nggak mau diduakan. Tetapi Kak Re hanya bisa berkata,”Sabar.”
Tak terasa hubungan kita sudah 2 minggu. Dan di minggu kedua inilah mulai timbul masalah. Sewaktu aku telepon Kak Re, dia cerita kalau pacarnya tahu hubunganku dengan Kak Re. Aku pun takut setengah mati. Apalagi pacarnya lebih tua daripada aku. Bisa-bisa aku dilabrak. Sebenarnya ini juga salahku sendiri kenapa mau menerima Kak Re. Di telepon itulah aku langsung mutusin Kak Re. Paginya, Kak Re bersikap seolah tidak pernah putus. Aku sempat menghindar. Karena aku sendiri nggak rela mutusin Kak Re. Pulang sekolah, Kak Re ngajak aku ngobrol. Terus aku coba tegasin hubungan kita sekarang. Tapi Kak Re meminta untuk tetap lanjut. Jujur, aku juga masih ingin bersama Kak Re. Aku pun menerima Kak Re kembali.
Setelah kejadian itu, kupikir sudah tidak ada lagi kejadian lain yang terjadi di antara kita. Tapi ternyata dugaanku meleset. Seminggu kemudian saat aku baru saja bangun dari tidur siang, tiba-tiba aku mendapat sms dari nomer tak dikenal. Setelah kubaca isinya, aku langsung sadar kalau itu adalah sms dari pacar asli Kak Re. Aku benar-benar takut kali ini. Tanpa pikir panjang, aku segera mutusin Kak Re lagi lewat sms.
Ini benar-benar keputusan terakhirku. Sejak saat ini dan selamanya, aku nggak mau dekat lagi sama Kak Re. Walaupun sebagai muridnya. Aku sudah terlanjur sayang dan cinta banget sama Kak Re, tapi sekarang aku juga sudah terlanjur sakit hati. Aku benar-benar nggak mau lihat muka Kak Re lagi di sekolah.
Hari ini, aku sengaja menghindar dari Kak Re. Tiap aku tahu Kak Re mau lewat jalan yang sama kayak aku, aku selalu sembunyi di kelas terdekat. Sampai istirahat pertama, aku berhasil menghindar dari Kak Re. Aku cuma ngelihat mukanya dari jauh. Aku nggak pingin Kak Re tahu kalau aku masih merhatiin dia.
Ketika aku duduk rame-rame dengan teman-teman se-genk di kantin, Bu Yuni menyuruhku untuk fotocopy daftar nilai di kantor. Ugh, sia-sia usahaku menghindar dari Kak Re hari ini. Karena di sekolah, Kak Re lah yang biasa melayani untuk fotocopy. Berarti aku mau nggak mau harus ketemu Kak Re juga. Pas sudah sampai di kantor, aku Cuma bilang fotocopy, sedetikpun tidak memandang wajahnya. Lalu katanya, “Tinggal aja dulu. Masih antri soalnya.”. Tanpa basa-basi aku langsung meninggalkan kantor. Benarnya nggak sopan juga. Tapi kali ini aku nggak peduli sama etika kesopanan kalau berhadapan sama Kak Re. Soalnya aku benar-benar sakit hati. Setengah jam kemudian, aku mengambil fotocopyan itu. Aku juga nggak bilang makasih sedikitpun. Dan saat aku membaca mading, Kak Re kebetulan lewat dan memegang pundakku seraya bertanya,”Nggak pulang tah?”. Tapi aku sama sekali menggubrisnya. Benar-benar bukan sikap murid pada umumnya. Yah…Cinta ini juga tidak semestinya. Hari pertama setelah aku putus dengan Kak Re begitu berat bagiku. Malamnya aku langsung sms supaya besok bisa ngomong sebentar cuma buat ngejelasin masalah ini.
Berhari-hari aku sudah berusaha nyempetin waktuku buat ngomong sama Kak Re. Karena ku ngrasa ada yang masih tertinggal di hatiku kalau aku nggak ngomong langsung sama Kak Re. Tetapi berhari-hari juga Kak Re sibuk. Jadi gak ada waktu buat ngomong sama aku.
Ya beginilah akhir kisahku dengan Kak Re. Yang hanya menyisakan puing-puing hati yang sudah hancur. Tak terasa seminggu lebih kulalui tanpa Kak Re. Entah kenapa bayangan Kak Re masih menghantui hari-hariku. Mimpiku selalu dipenuhi kehadiran Kak Re. Semuanya tentang Kak Re belum bisa hilang dari hatiku. Aku sudah berusaha mencobanya. Rupanya sia-sia. Aku benar-benar masih sayang Kak Re.
Suatu malam, Kak Re meneleponku. Dia berkata kalau dia juga masih sayang aku. Tetapi dia bingung harus gimana. Dia bilang biar waktu saja yang menjawab. Katanya, walaupun aku dulu cuma kekasih gelapnya, tapi cinta dia sempat dalem ke aku. Kata-kata Kak Re malam itu semakin membuat aku nggak bisa lupain dia.
Untuk waktu ke depan, aku nggak mau pacaran dulu. Aku ingin menyimpan rasa sayangku ke Kak Re untuk sementara waktu sampai aku benar-benar melupakannya. Biarlah semua yang indah menjadi kenangan yang terus tersimpan dalam lubuk hatiku. Biarlah yang pahit kubuang bersama rasa sakit hatiku ini. Cukup satu kali aku merasakan pacaran dengan guru. Akan aku jadikan pengalaman yang tak akan pernah terulang.
Buat semua yang baca kisah ini, jangan pernah ditiru. Karena di akhirnya kalian bakal ngrasain susah sendiri. Mencintai seseorang yang tidak selayaknya dicintai. Memendam cinta yang tak semestinya. Berat sekali untuk diri kita.

Cerpen Cinta remaja “Kalau Cinta Katakan Saja”

 Oke deh All, Kayaknya makin ari makin 'males' aja penulis buat terus nulis cerpen. Abis 'rintangan'nya banyak banget. ck ck ck.
Nah untung saja masih ada tiara eka lestari, adek penulis yang juga demen nulis. Untuk itu berikut karyanya dia yang monggo, silahkan langsung di baca. Kalau ada yang kurang silahkan langsung di koment. Ntar Penulis tambahin (???).

Akhir kata, Happy Reading ya...



"Busyet, tuch cowok keren banget...." batin ku saat melihat seorang cowok yang duduk di parkiran bareng temen-temennya.
Sumpah ya aku nggax nyangka kalau aku bakal ketemu lagi seorang cowok yang keren. Bahkan lebih keren dari pada cowok yang aku lihat saat MOS kemaren, kira-kira siapa ya tuch cowok?, kayak-kayaknya sich kakak kelas. Ah, aku ini emang bener-bener ga bisa lihat cowok keren dikit ya he he he.... -______-
0h ya kita belum kenalan, kenalan dulu ya.... Nama aku Devila Indri Chelsy Indah Ayu Lestari _Jangan bayangin kalo pas akad nikah ya? ^_^
Aku biasa di panggil Chelsy, hari ini adalah hari pertama aku di sekolah baru, karena dua minggu yang lalu aku telah terdaftar sebagai siswa baru di SMU ini, kemaren saat MOS aku ada sempat melihat seorang cowok yang keren di antara murid baru lainnya, aku penasaran banget ama tuch cowok, kira-kira bisa nggax ya aku jadi temen deketnya.
Nah, kalau aku lihat ada yang keren, pasti juga ada yang cantik, ia kaan, menurut aku, ada dua orang cewek yang cantik, kelihatannya enak di lihat, pendiem, rapi pokoknya perfect deh, itu saat hari pertama, dan hari keduanya, aku juga melihat ada cewek yang cantik. dia pakek kacamata dan gayanya feminim banget, pokoknya beda jauh deh dari aku...
Menurut aku siapa pun yang mendapat kannya pasti bakal beruntung banget, uuuh andai aja aku kayak mereka... eh tapi bukankah menjadi diri sendiri itu lebih baik? ah ia aku jadi diri aku sendiri aja deh, emmm tapi beneran deh tuh cewek perfect banget. Apa bisa ya aku nyaingin dia... kayak nya nggax deh. Eh tapi mungkin suatu saat nanti aku bakal lebih dari pada mereka berdua, ia nggax? emmm siapa yea nama tuh cewek, cari tau ahhh
"Chel, kok bengong sich?" tiba-tiba ada yang menepuk bahu ku, refleks aku melihat ke samping, lamunan ku langsung terbuyar.
"eh, e apa? enggak kok" balas ku, saat mengetahu kalau cewek itu adalah 'Nay' sahabat terbaik ku. Aduh kok aku bisa lupa ya kalau aku tadi bareng sama Nay. Keasyikan ngelihatin cowok keren sih....
"0, eh kesana yuk. Ke papan pengumuman itu . Lihat kita di ruang nomor berapa" ajak Nay.
Aku hanya mengangguk, dan mengikuti Nay menuju papan pengumuman, ya semoga aja aku bisa ketemu cowok yang keren lagi he he he, eh sorry, sorry, sorry, aduuuuuh aku ini kan ke sini mau belajar, kok jadi cowok sich. Ah kacau-kacau. E... tapi cowok tadi anak kelas mana ya? manusia apa pangeran ya,,,, abis keren banget. eh kok Aku jadi lebay gini sih... ah makin kacau nih....
"Chel loe ruang mana?" tanya Nay begitu selesai membaca pengumuman yang ada di depan kelas.
"Gue masuk ruang A. Kalau loe?" balas ku setelah membaca pengumuman nya sekali lagi untuk memastikan.
"Gue bingung... nama gue ada di A, tapi di B juga ada, gue mau milih yang mana ya...." balas Nay.
"Udah loe masuk ruang A aja, bareng gue, santai aja, ada nama loe ini" kataku dan menarik tangan Nay untuk masuk ke kelas A.
Begitu tiba di kelas Aku langsung menghentikan langkah ku, ini mimpi apa bukan ya... Aku sekelas sama cowok keren kemaren? uuuh asyiiiik.
"Chel loe duduk di mana?" tanya Nay.
"gue di sini aja deh" balas ku sambil duduk di kursi baris tengah-tengah nomor dua.
"0, loe di situ, gue di depan loe deh" balas Nay.
Setelah banyak yang masuk, juga memilih kursinya masing-masing akhirnya ada juga guru yang masuk kelas. Tapi aku duduk sendiri, ada yang bilang yang duduk bareng aku 'wiena' tapi aku nggax kenal anaknya yang mana. Ah udah lah biar aja, besok kan aku tau, abis sekarang dia nggax datang, katanya sih sakit, Kasiaaaaaaaaaaaaaaan.
Begitu guru itu masuk beliau langsung meminta anak-anak baru untuk memperkanalkan diri satu per satu dan semuanya pun memperkenalkan diri, dan berkat itu aku jadi tau nama cowok keren kemaren, namanya itu 'Steven' waaaah bakal makin seru nih, kayaknya keberuntungan lagi berpihak ke aku deh he he he....
Dan tentu saja aku juga tau nama cewek yang aku kagumi itu, dan kebetulan dua-duanya itu sekelas sama aku, yang pertama namanya 'chintya' dan yang ke dua, yang pake kacamata itu namanya 'imel'. Nama yang bagus ea... nggax nyangka Aku, ternyata aku bener-bener beruntung. Kalau begitu aku harus belajar dari mereka, ia nggax???
Tapi apa aku bener-bener bisa nyaingin mereka?. Kayaknya nggax deh, mereka itu bener-bener jauh . Jauuuuh banget bedanya sama aku... Kalau aku itu pinter, berarti mereka itu bener- beneeeeer pinter, atau bahkan super pinter, dan kelebihan mereka pasti bakal lebih dari pada aku. Ah kita lihat aja ntar apa aku bisa nayaingin dia, atau aku selalu kalah.... tapi semoga aja keberuntungan kembali berada di pihak padaku. Ya semoga...
cerpen cinta remaja kalau cinta katakan saja
Credit Gambartiara lestari ii

Cerpen Cinta remaja “ Kalau Cinta Katakan Saja”

Huuuuuffffhhhh..... nggak kerasa ya ternyata aku udah dua minggu di sekolah baru ku. Tapi baru dua minggu aku sudah banyak dapat temen baru ada wiena, mawar, chintya, imel, juga Aurel trus banyak lagi deh. dan Steven salah satunya. Ia juga jadi temen aku, walau nggax terlalu akrab tapi aku bisa ngobrol sekali-kali sama dia, ya sedikit banyak aku tau lah dia itu orangnya kayak apa.
"Chel, menurut loe, mana yang lebih keren antara mike atau aldy?" tanya Nay saat istirahat pertama. Aku bingung juga, selain aku nggax seberapa kenal sama mereka, aku juga emang nggax tau mana yang lebih keren.
"Eeemmmm, mike itu yang temennya Steven ea?" tanya ku memastikan,
"Ia. Menurut loe mana yang lebih keren?" tanya Nay lagi.
"Eee mana ya? gue bingung. Abis selain gue nggax seberapa kenal sama dia, gue juga nggax tau, emang kenapa? dia nembak loe?" tanya ku ngasal.
"Ia. Gue bingung mau milih yang mana, makanya gue tanya sama loe"
"oh yea?" tanya ku kaget.
He he he padahal kan tadi aku cuma ngasal aja ngomongnya, eh ternyata bener. Aku itu emang bener-bener hebat yea? eh muji sendiri dech aku. Abis nggax ada yang mau muji sich, (uuuuh kasihan....)
"eh sorry, maksud aku.... emmm sorry ya, aku juga bingung, mending loe tanya sama orang laen aja. Loe kan tau sendiri gue itu nggax berpengalaman sama yang begituan" tolak ku. Ya abis kan aku emang belum pernah pacaran, jadi mana aku tau yang mana yang lebih baik.
"0h ia gue lupa, loe kan nggax suka pacaran"
"He he he tau tak apeeee..."
"Ea lah tuuuu..."
"Chel. kekantine yuk" ajak wiena dari luar kelas.
"0key, bentar ya..." balasku "e Nay, sorry ya, gue ke kantine dulu, mending kalau loe mau tau jawabannya, loe tanya aja ama yang udah berpengalaman, gue bener-bener nggax bisa bantuin..." kata ku kearah Nay, wah jadi serba salah nih, abis mau gimana lah, aku emang nggax tau. setelah Nay mengagguk aku langsung cabut, menghampiri wiena dan kekantin.
Setelah dari kantin aku mau kembali kekelas, nggax sengaja aku berpapasan sama cowok keren kemaren, aku rasa pernah ngelihat nih cowok deh. Tapi di mana ya? wajahnya tu udah nggax asing lagi, bukan berarti dia pasaran ya... emmm tapi di mana ya??? rasa-rasanya sich nie cowok mirip 'joy' pemain sinetron itu,. Nama lengkapnya aku nggax tau pasti, yang penting namanya adalah joy, joy nya gitu, kalau nggax salah... tapi, kalau di lihat bener-bener malah lebih miripan sama JB alias Justin Bieber yang lagi naik daun itu, sumpah deh. #Ana beneran nyungsep baca nie cerita ^_^

"0000 Ferly, kalau lihat cewek dikit, langsung nggax kedip matanya..." kata seorang temen tu cowok keren, yang tentu saja menyadarkan aku kalau dari tadi tu cowok yang ternyata bernama Ferly terus ngelihatin aku sampai muter kepalanya.
"e nggax lah, bukan gitu... ini ha... apa... cuma ini tu cewek cantik banget" kata Ferly bingung mau bilang apa.
Temen-temennya langsung tertawa sambil mendorong-dorongnya, tanda nggax percaya. Tentu saja itu langsung buat aku kaget, nggax kebayang deh gimana perasaan aku saat itu, rasanya tu kayak melayang di angkasa gitu, ya iyalah gimana nggax, di puji sama cowok idolanya, wuaaah nggax bakal bisa tidur semalaman.
Takut ketahuan kalau aku itu seneng, langsung aja aku ngajak wiena untuk masuk ke kelas, begitu di kelas aku langsung ngelamun, ternyata tu cowok emang bener-bener keren ya.... dan e siapa namanya tadi, 'Ferly'??? nama yang bagus ya.... he he he...
Begitu tiba di rumah, fikiran ku sudah melayang entah kemana, udah nggax bisa di balikin lagi, rasanya tuch seneng banget. Tiba-tiba langsung terdengar lagu dari radio yang cocok banget sama perasaan aku, kalau nggax salah yang nyanyi 'Nikita Willy', tapi kalau salah nggax tau deh, judul nya 'Cinta Pertama' yang liriknya kayak gini nich....

'CINTA PERTAMA'

Ku tak tau... mengapa ku malu...
Disetiap aku tau dia di dekat ku...
Aku sesal bila dia tak ada
Tak ingin jauh ku darinya....
Ada rasa yang tak biasa...
Yang mulai ku rasa, yang entah mengapa...
Mungkin kah ini pertanda, aku jatuh cinta...
Cinta ku yang pertama....
Tuhan tolong berikan lah isyarat
Semoga ne jawaban atas do'a ku....
Perkisahan ku mengenang cinta...
Yang indah tanpa air mata.,...
Ada rasa yang tak biasa...
Yang mulai ku rasa, yang entah mengapa...
Mungkin kah ini pertanda, aku jatuh cinta...
Cinta ku yang pertaaamaaaa......

cerpen remaja "Kalau cinta katakan saja"

Nggak kerasa ya udah enam bulan aku di sekolah baru ini, dan tentu saja makin lama aku makin akrab sama Steven, anaknya makin lama makin baik. Tapi sayang anaknya lumayan pendiam, dulu waktu pertama kali kita temenan juga aku dulu yang ngajakin ngobrol. Aku itu aneh ya kalau orang lain yang ngedeketin pasti aku jutek and cuek, tapi sebaliknya kalau orang itu yang diem eh malah aku yang ngedeketin dia.
Malahan dulu mawar pernah bilang, katanya saat aku MOS kemaren. Aku itu kayak patung hidup, diaaaaaam aja, nggax mau kenal-kenalan sama orang lain, malahan dia sempet bilang kalau aku itu pendiem bin sombong, re-se banget kan? tapi ya maklum lah. Aku kan emang gitu orangnya, rada-rada aneh dikit. Kita kan harus jadi diri sendiri, jadi aku nggax papa donk gini, kan nggax ikut-ikutan yang lain, he he he ia nggax sih.
"Chel, ntar loe kerumah gue ea..." kata seorang cewek dari arah samping, aku langsung menoleh ternyata Nay.
"emang mau ngapain sich?" tanya ku bingung. tumben nie orang ngajakin aku kerumahnya, biasanya juga kalau nggax kerja kelompok aku nggax pernah di ajak kerumahnya. jangan-jangan mau membagi-bagi ampau lagi he he he
"ntar mike ama Steven mau kerumah gue"
"0h yea????" tanya ku kaget, Steven? mau ngapain? trus ngapain ngajak-ngajak aku, emangnya Nay tau kalau aku suka sama Steven? nggax mungkin kan? ya nggax lah, karena aku nggax pernah ngasi tau he he he
"ia, pokoknya ntar loe kerumah gue, gue nggax ada temennya di rumah"
"emang mau ngapain sich...."
"udah lah, loe jangan banyak tanya, ntar loe datang aja, Steven bilang dia mau nemenin mike ke rumah gue asal gue juga bawa temen cewek ke rumah gue, jadi loe harus datang"
"what?! maksud loe apaan? gila loe, maksud Steven itu kan cewek laen, bukan gue, kalau gue ma udah kenal" tolak ku.
"yaaaah ayo donk, gue nggax tau mau ngajak siapa lagi, pleaseeeee bantuin gue napa, ayo laaaaah..." rayu Nay. emmm gimana ya, gue bingung nih, gimana ntar kalau Steven kecewa karena cewek yang di bawa itu aku. Eahh itu kan namanya bikin malu , emmm tapi kasihan juga si Nay ini... aduh gimana ya....
"ayo donk Chel... loe nggax kasihan sama gue apa?" tanya Nay.
"emmm 0key, baiklah gue mau" kata ku akhirnya.
"he he he nah gitu donk, dari tadi kek..." kata Nay seneng, huu'uuuh nggax ada pilihan laen.
sepulang sekolah gue langsung melakukan aktiVitas seperti biasanya, tapi waktu saat nya istirahat aku ganti dengan siap-siap ke rumah Nay, walau masih agak lumayan malu juga sih tapi aku tetap melangkah menuju rumah Nay, iiiih gimana ini....
"eh Nay, mike itu pacar loe ea?" tanya ku begitu tiba di rumah Nay.
"ea..."
"0h... eh itu mereka.,.." tunjuk ku kearah dua orang cowok yang baru melewati jalan di depan rumah Nay menggunakan motornya, jangan-jangan tu orang nggax tau lagi rumah Nay, aku langsung melangkah keluar dan melihat Steven dan mike yang tampak lagi kebingungan.
"woooy, sini..." teriak ku kepada dua orang yang lagi kebingungan, Steven langsung menoleh dan balik arah menuju rumah Nay.
"eh Chel, loe ladenin bentar ea, gue mau bikin minum" kata Nay dan langsung ke dapur, aku hanya balas mengangguk.
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikum salam. yuk masuk" ajak ku kearah Steven dan mike, setelah mereka duduk di kursi aku langsung bingung, iiiih mau ngomong apa ya,,, Nay kemana lagi nie, aduuuh masa tamunya di cuekin sih... ehem-ehem tes tes satu dua tiga... ehem-ehem.... basa basi ah...
"ini dari rumah atau kemana dulu tadi?" tanya ku sekedar basa-basi, dari pada di diemin ya nggax.,..
"e dari rumah" jawab Steven, sementara mike diam saja, secara gue nggax seberapa kenal sama dia, atau bahkan sebaliknya, di tambah lagi Steven yang lebih deket dari gue.
"langsung tau tadi rumahnya disini?" tanya ku.
"e, enggak, tadi sempet bingung juga, setelah lihat loe di sini, baru deh tau" jawab Steven.
"000h, emang nggax nanya sama orang?" tanya ku lagi, e gue mirip wartawan nggax sich? bayak tanya, tapi dari pada diem-dieman.
"bingung mau nanya sama siapa" jawab Steven.
"he?!" gantian aku yang bingung, prasan banyak orang, kok bisa bingung mau nanya sama siapa "aneh-aneh aja..." balas ku.
"rumah loe di mana Chel?" tanya Steven.
"Alhamdulillah, gue belum punya rumah" jawab ku cepat.
"sesuatu ya..." balas Steven
"he? maksudnya?" gue jadi bingung, sesuatu apaan?
"Alhamdulillah ya, sesuatuuuu he he he"
"syahrini???! ck ck ck macam tau-tau zae..."
"tau lah, eh mana lah rumahnya"
"udah di bilang gue nggax punya rumah juga, nggax percayaan banget"
"ya abis gimana lah?" tanya Steven bingung.
"gimana apanya?" tanya ku.
"ya gimana? loe tinggalnya?"
"ya gue tinggal sama, my parent lah, emang mau sama siapa lagi" jawab ku sambil menahan tawa. lucu juga menyaksikan kebingungan Steven dan mike.
"yeeee sama aja lah tuuu..." kata Steven setelah beberapa saat bengong.
"ya beda lah, gue itu belum punya rumah kaleee..."
"ya udah, mana rumah mama loe?" tanya Steven.
"loe ngapain nanya-nanya, bokap gue masih ada lho, lagian gue nggax berminat tuch punya bokap tiri kayak loe..." balas ku santai.
"he??? loe...."
"apa? aneh, gue udah tau, banyak yang udah bilang gue kayak gitu, padahal kan gue ngomong apa adanya" balas ku.
"gue seriuz ne..."
"gue dua riuz malah"
"ya udah kalau gitu, gue tiga riuz deh" kata Steven.
"haaa dariuz??! dia itu,.... cowok pemain lawak yang tubuhnya kayak anak kecil itu kan???" tanya ku, sengaja mau ngerjain Steven, karena ngerjain temen-temen yang nggax bisa jawab pertanyaan dari aku yang kelihatan konyol tapi kenyataan kan salah satu hobby aku, he he he aneh nggax sich.
"Chelsy...." tampak Steven yang udah sebel banget karena di kerjain mulu, aku langsung aja tertawa, uuuuh serunya...."mana sich rumah nya?"
"ya udah deh, loe nanya rumah kan? e rumahnya itu tuh?" tunjuk ku kearah rumah yang tak jauh dari rumah Nay.
"jadi itu rumah loe?" tanya Steven.
"bukan"
"rumah nyokap bokap loe?"
"emmm bukan juga"
"truzzzz???" Steven tampak makin bingung,
"rumah tetangga gue" jawab ku cepat ha ha ha ha... langsung aja tawa ku meledak melihat tampang sebel terlintas di wajah Steven dan mike.
"yang seriuz lah, rumah loe yang di mana?"
"emmm baik lah, kalian tadi pada lihat mushala nggax?" tanyaku.
"lihat. rumah loe di balakangnya?" tanya Steven.
"he? emang di belakang mushala ada rumah? prasan...."
"kuburan kan" potong Steven sambil senyum-senyum. he?! emang apa sich maksudnya, bukannya kuburan itu buat orang yang udah mati ya... tapi...
"kurang ajar!!! enak aja, loe fikir gue itu kuntilanak apa" kata ku setelah tau maksud Steven apa, balas dendam nih ceritanya... iiiih re-se banget. Bego kok bisa sich aku nggax nyadar tadi.
"he he he gantian donk, tadi kan loe yang ngerjain gue, sekarang kita satu sama, lagian loe itu beda tipis kok sama kuntilanak, bahkan lebih tepatnya malah kalian berdua itu mirib" balas Steven dan makin ngakak.
"ia. gue hantuin baru tau rasa loe..." balas ku sewot, masa di bilang sama kayak kuntilanak sich, tega banget, kenapa nggax kuntilemak aja sekalian.
"he?!!!!!! hiiiiiiiii takuuuuuuuuut...." balas Steven "ha ha ha..."
"re-se loe" balas ku makin sewot, tiba-tiba Nay masuk ke ruang tengah sambil membawa nampan berisi minuman.
"eh, nggax usah repot-repot Nay..." kata mike.
"ah nggax, cuma air minum doank"
"ah ya udah nih, di minum ya..." kata ku sambil menyodorkan minuman itu ke arah mike dan Steven. dan di balas anggukan sama Steven juga mike.
"Chel, rumah loe yang benernya itu di mana sich?" tanya Steven yang udah ke sekian kalinya.
"rumah gue, di ini ha... e tadi loe kan ada lihat mushala, nah rumah gue itu nggax jauh dari sana, loe dari mushala belok ke kiri, trus luruuuus aja, ada belokan pertama loe belok ke kanan, trus ke kiri, ke kiri lagi, abis itu baru ke kanan, nah langsung loe luruuuuus aja lagi, saat lihat simpang empat loe belok ke kanan, loe nggax usah perduliin meski di sana banyak simpang tiga maupun dua, yang loe harus perhatiin hanya simpang empatnya okey, nah loe bakal nemuin rumah warna hijau" jelas ku dengan cepat, tanpa memperhatikan titik dan komanya, luruuuus aja kayak kereta api, tanpak mike, Steven dan Nay juga langsung bengong mendengarkan.
"jadi itu rumah loe?" tanya Steven setelah beberapa saat terbengong.
"e sebenernya sich bukan, itu rumah pak RT" jawab ku.
"jadi rumah loe...?"
"di depan rumah itu ada rumah lagi, nah baru deh itu rumah...."
"rumah loe?"
"bukan"
"truz???!" Steven tampak makin bingung,
"rumah mama sama papa gue" jawab ku sambil menahan tawa agar nggax kelihatan kalau aku mau ngerjain dia, gantian ea,..
"ia, itulah maksud gue..."
"nah sekarang udah tau kan???"
"e sebenernya sich gue masih rada-rada gimana gitu yaa, elo sich njelasin nya muter-muter nggax jelas gue jadi bingung, bahkan sekarang jadi makin bingung"
"enggak kok. orang gue duduk aja dari tadi nggax muter-muter, seriuz deh" jawab ku pasang wajah nggax tau bener-bener seriuz.
"iiiiih loe tu ya..."
"he he he...."
"jelasin sekali lagi donk"
"capek kali, njelasin kayak gitu, apalagi yang di kasi tau pada nggax nyambung kayak kalian. waaah bisa mati berdiri gue ngejelsainnya"
"ya udah kalau gitu intinya aja"
"emang di kira kociiii apa ada intinya, lagian gue nggax ngerti ama yang begituan, intinya apaan"
"ya yang penting nya aja"
"tapi menurut gue semuanya itu penting"
"ya udah, kalau gitu di persingkat aja"
"gini ya... nah dari mushala loe belok ke kiri, trus belok ke kanan, ke kiri, kiri lagi, abis itu belok kanan, setelah jumpa simpang empat loe berhenti belok kanan dikit, ada jumpa rumah cet warna hijau loe lihat di depannya, nah di situ lah rumah my parent" jelasku kembali tanpa memperhatikan titik dan komanya, sengaja agar Steven dan yang lainnya makin bingung, aku ngomongnya dengan super cepat, dan untuk ke dua kalinya mereka terbengong, pantesan ayam tetangga banyak yang mati (tempat aku donk, tetangganya Nay kan aku. Ehhh nggax jadi ayam tetangga deh, kan sayang ayam aku, he he he ehem-ehem abaikan...) "nah, sekarang udah faham?" tanya ku, yang sempet pusing juga, aku ngejelasinnya kemana aja sich ne... setelah terdiam beberapa saat, mencarna ucapan aku, Steven dan mike langsung geleng-geleng dan herannya Nay juga ikut-ikut an.
"gue pusing..." kata Steven.
"ha?! masa' sih? gue udah capek-capek ngejelasinnya, e tapi di fikir-fikir gue juga makin bingung, gue juga ikutan pusing deh kayaknya..." balas ku sambil mikir, kira-kira tadi yang aku jelasin itu bener nggax ya??? #JELAS AJA SALAH DODOL. Yang bener itu dari mushala belok kiri. Jalan terus aja sampe ketemu simapang empat terus belok kanan. Nah abis belok kanan baru belok kiri. Ketemu rumah cat ijo milik pak RT. Nah, rumah lu pas didepannya >>> Ana ikutan koment.
"yeeee gimana sih??" balas Steven yang udah sewot banget.
"e nggax tau. bingung gue..."
"0 ia lah tu...."
"ya ampun, gitu aja kok repot. rumah Chelsy itu, no di simpang empat sebelum rumah gue, kalau dari rumah gue rumah pertama sebelah kiri" jelas Nay yang mungkin udah bosen topiknya itu-itu terus.
"0 jadi itu... bilang dari tadi kek"
"lho kan tadi udah gue jelasin, masa nggax ngerti juga"
"tapi prasan kalau dari mushala nggax ada belok-belokan lagi selain simpang empat yang di sana" fikir Steven sambil mengingat-ingat.
"ada kok"
"tapi barusan kita lurus aja, emang belokannya di mana?"
"eeemmm belokannya itu ya kerumah orang" jawab ku santai.
"ha?! jadi..."
"ya kan tadi gue bilang setelah ke kanan, ke kiri, kiri lagi, baru kekanan, jadi ya balik ke jalan lurus yang tadi. benerkan?"
"0 pantesana aja gue bingung"
"he he he sengaja" jawab ku sambil tersenyum bangga, seneng rasanya bisa ngerjain Steven.
"sudah lah jangan mempersulit keadaan" kata Steven, be-te kaleee, abis dari tadi kalah terus sich, he he he...aku gitu lho, mana bisa di lawan. abis itu kita ngobrol ngalor-ngidul, nggax tau ujung pangkalnya, dan sesekali tertawa. hingga akhirnya Steven dan mike pamit pulang.

Oke segitu dulu. Kita bersambung dulu ya.... bye bye,,.... ^_^